<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>WEB BLOG BAMBANG SUMBOGO</title>
	<atom:link href="http://bambangyappi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bambangyappi.wordpress.com</link>
	<description>Mencoba menjadi orang yang bermanfaat</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 Aug 2008 13:11:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='bambangyappi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>WEB BLOG BAMBANG SUMBOGO</title>
		<link>http://bambangyappi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bambangyappi.wordpress.com/osd.xml" title="WEB BLOG BAMBANG SUMBOGO" />
	<atom:link rel='hub' href='http://bambangyappi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mengapa Kita Tak Pandai Bersyukur?</title>
		<link>http://bambangyappi.wordpress.com/2008/08/04/mengapa-kita-tak-pandai-bersyukur/</link>
		<comments>http://bambangyappi.wordpress.com/2008/08/04/mengapa-kita-tak-pandai-bersyukur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 12:37:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bambangyappi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Oase Iman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bambangyappi.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Pagi hari, seperti biasa aku mengawali kegiatan dengan bebenah rumah. Cuci piring, menyapu lantai, cuci pakaian dan setumpuk pekerjaan rutin lainnya. Untuk menemaniku bekerja, kuambil sekeping kaset nasyid anak-anak, kumasukkan ke dalam tape recorder yang sudah butut, dan&#8230; klik: Ajarilah, aku ya Allah Mengenali, karunia-Mu Begitu banyak yang, Kau beri Begitu sedikit yang, kusadari Ajarilah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangyappi.wordpress.com&amp;blog=4312607&amp;post=58&amp;subd=bambangyappi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi hari, seperti biasa aku mengawali kegiatan dengan bebenah rumah. Cuci  piring, menyapu lantai, cuci pakaian dan setumpuk pekerjaan rutin lainnya. Untuk  menemaniku bekerja, kuambil sekeping kaset nasyid anak-anak, kumasukkan ke dalam  tape recorder yang sudah butut, dan&#8230; klik:</p>
<p><em>Ajarilah, aku ya Allah<br />
Mengenali, karunia-Mu<br />
Begitu banyak yang, Kau beri<br />
Begitu sedikit  yang, kusadari</p>
<p>Ajarilah, aku ya Allah<br />
Berterima kasih, pada-Mu<br />
Supaya aku dapat slalu<br />
Mensyukuri nikmat-Mu</em></p>
<p>Sayup-sayup  kudengar alunan sebuah lagu, mengalun merdu dari bibir-bibir mungil anak-anak  yang kira-kira masih berusia balita. Hatikupun bergetar, air mata menetes  membasahi pipi, menyadari betapa pelitnya diri ini mengucap syukur atas segala  karunia yang telah dilimpahkan oleh-Nya. Serta-merta, bibir ini berucap,  &#8220;astaghfirullahal &#8216;adziim&#8221; seraya menghapus air mata.</p>
<p>Sejurus kemudian  hati ini berbicara, mencoba mengurai satu-persatu nikmat yang telah terkecap.</p>
<p>Di pagi yang cerah, ketika sinar mentari menghangati tubuh, sungguh ada  sebuah nikmat yang begitu indah terasa. Lalu, ketika kupandangi tubuh ini satu  demi satu masih tetap utuh seperti sedia kala, mata yang mampu melihat dengan  sempurna, tangan yang mampu memegang dan mengerjakan berbagai aktivitas, kaki  yang bisa melangkah, kulit yang mampu merasakan sentuhan angin yang lembut, dan  hidung yang mampu menghirup udara segar. Sungguh, inipun merupakan nikmat yang  begitu besar.</p>
<p>Semakin lama kucoba mengurainya, semakin banyak nikmat  yang kurasa. Demikian banyak, dan teramat banyak hingga aku tak mampu menghitung  satu persatu, karena memang tak terhingga jumlahnya. Persis seperti yang Allah  kabarkan dalam firman-Nya: &#8220;Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari  segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah,  tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat lalim dan  sangat mengingkari (nikmat Allah) (QS. Ibrahim:31)&#8221;. Astaghfirullahal &#8216;adziim,  lidahkupun menjadi kelu, tak sanggup lebih banyak berucap.</p>
<p>Segalanya  Allah anugerahkan kepada diri ini dengan cuma-cuma. Tak serupiahpun Allah  menetapkan tarifnya, tak secuilpun Allah mengharap imbalannya. Namun mengapakah  aku tak pandai bersyukur? Padahal Allah SWT berjanji : &#8220;&#8230;la in syakartum la  aziidannakum, wala in kafartum inna &#8216;adzaabi lasyadiid (Sesungguhnya jika kamu  bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari  (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih)&#8221;.</p>
<p>Dan janji Allah  selalu benar adanya, tak pernah salah dan tak pernah lupa.</p>
<p>***</p>
<p>Akupun mencoba merenung, apakah gerangan yang membuat diri  ini tak pandai bersyukur? Dalam pandangan masyarakat umum yang kufahami selama  ini, segala sesuatu dianggap sebuah nikmat adalah ketika kita memperoleh sesuatu  yang menyenangkan. Harta yang banyak, rumah yang indah, teman yang selalu setuju  dan menyokong pendapat kita, sehingga kita dapat memenuhi segala keinginan yang  ada dengan segala fasilitas yang mudah didapat tanpa harus bersusah payah  bekerja.</p>
<p>Seringkali pula kita tidak menyadari bahwa, mata yang mampu  melihat secara sempurna ini adalah nikmat, tangan yang mampu memegang dan  melakukan segala aktivitas adalah nikmat, kaki yang mampu melangkah adalah  nikmat, kesehatan kita adalah nikmat, oksigen yang melimpah ruah dan bebas kita  hirup adalah nikmat, hidayah Islam yang mengalir dalam diri kita ini adalah  nikmat yang teramat mahal harganya, kasih sayang orang tua yang mampu  mengalahkan segalanya demi membimbing dan membesarkan kita adalah nikmat, dan  entah berapa banyak kenikmatan yang lain yang tidak kita sadari. Padahal,  kenikmatan yang Allah karuniakan kepada kita tak terhingga banyaknya. Masya  Allah, astaghfirullahal &#8216;adziim, semoga Allah berkenan mengampuni kita dan  membimbing kita menjadi hamba-hamba yang pandai bersyukur.</p>
<p>Berikutnya,  seringkali kita merasa iri dengan kesenangan/kenikmatan yang dimiliki oleh orang  lain. Ketika kita melihat orang lain bahagia, bukannya kita ikut bersyukur atas  kebahagiaannya. Sebaliknya, kita justru mencibirkan bibir dan menuduh yang  tidak-tidak. Membuat berbagai analisa, darimanakah gerangan mereka memperoleh  kesenangan. Berprasangka buruk dan menyebarkan bermacam berita, sehingga  perilaku tersebut. Menjauhkan diri kita dari rasa syukur kepada Allah.  Astaghfirullah wa na&#8217;udzubillahi min dzaalik.</p>
<p>Tak jarang pula, dalam  diri kita terjangkit penyakit &#8220;wahn (terlalu cinta dunia, dan takut mati)&#8221;,  hanya kesenangan dan kesenangan yang ingin kita raih, tak sedikitpun ingin  merasakan sebuah penderitaan. Sehingga ketika Allah berkenan memberikan sebuah  cobaan, diri kita tak sanggup menanggung. Merasa diri menjadi orang yang paling  sengsara di dunia, dan bahkan ada yang sampai berani menghujat dan menghakimi  Allah sebagai penguasa yang tidak adil. Na&#8217;udzubillaahi min dzaalik,  astaghfirullahal&#8217;adziim.</p>
<p>Disisi lain, Allah jua yang berkenan  menciptakan kita sebagai makhluk yang senang berkeluh kesah. &#8220;Sesungguhnya  manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan  ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir. (QS. Al  Maariij: 19-21). Bila sifat ini tidak kita kelola dengan baik, maka tidak  menutup kemungkinan bila pada akhirnya diri ini tumbuh menjadi makhluk yang tak  pernah mampu bersyukur.</p>
<p>***</p>
<p>Karenanya, amat baiklah sekiranya  kita mampu melatih diri, mensyukuri apa saja yang ada pada diri kita. Apapun  yang Allah berikan kepada kita, haruslah kita yakini bahwa itulah pilihan  terbaik yang Allah kehendaki. Tak perlu iri dan dengki terhadap nikmat orang  lain, hingga kita mampu menjadi seorang mu&#8217;min seperti yang digambarkan oleh  Rasulullah Muhammad SAW: &#8220;Amat mengherankan terhadap urusan mu&#8217;min, seandainya  baik hal itu tidak terdapat kecuali pada orang mu&#8217;min. Bila ditimpa musibah ia  bersabar, dan bila diberi nikmat ia bersyukur&#8221; (HR. Muslim).</p>
<p>Terakhir,  marilah senantiasa mengamalkan do&#8217;a Nabi Sulaiman as. dalam kehidupan kita. Agar  kita senantiasa terbimbing, memperoleh ilham dari Allah SWT, sehingga kita  menjadi makhluk yang pandai bersyukur pada-Nya.</p>
<p>&#8220;Robbi awzi&#8217;nii an  asykuroo ni&#8217;matakallatii an&#8217;amta &#8216;alayya wa&#8217;alaa waalidayya wa an a&#8217;mala  shoolihan tardhoohu wa ad khilnaa birohmatika fii &#8216;ibaadikashshoolihiin&#8221;.</p>
<p>Ya Robb kami, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang  telah Engkau anugerahkan kepadaku, dan kepada dua orang ibu bapakku, dan untuk  mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridhoi; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu  ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh. (QS. An Naml : 19). Aamiin.</p>
<p>Wallaahu a&#8217;lam bishshowwab.</p>
<p>Ummu  Shofi<br />
ari_aji_astuti@yahoo.com</p>
<p><strong>eramuslim.com</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bambangyappi.wordpress.com/58/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bambangyappi.wordpress.com/58/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bambangyappi.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bambangyappi.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bambangyappi.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bambangyappi.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bambangyappi.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bambangyappi.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bambangyappi.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bambangyappi.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bambangyappi.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bambangyappi.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bambangyappi.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bambangyappi.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bambangyappi.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bambangyappi.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangyappi.wordpress.com&amp;blog=4312607&amp;post=58&amp;subd=bambangyappi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bambangyappi.wordpress.com/2008/08/04/mengapa-kita-tak-pandai-bersyukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daa8406d2e2829d8d894cc95bd62cd28?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">bambangyappi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dibalik Kesulitan Ada Kemudahan</title>
		<link>http://bambangyappi.wordpress.com/2008/08/04/dibalik-kesulitan-ada-kemudahan/</link>
		<comments>http://bambangyappi.wordpress.com/2008/08/04/dibalik-kesulitan-ada-kemudahan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 12:32:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bambangyappi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Oase Iman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bambangyappi.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Q.S Al Insyiraah: 5-6) Sebagai siswa disalah satu Pendidikan Kedinasan di Negeri ini, adalah kewajiban untuk menyelesaikan belajar dengan hasil yang memuaskan. Jika kukenang kisah perjalananku masuk di Perguruan Tinggi Kedinasan ini jadi teringat dimana begitu banyak tantangan,hambatan,ujian mental yang dilalui. Kisah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangyappi.wordpress.com&amp;blog=4312607&amp;post=55&amp;subd=bambangyappi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya  sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Q.S Al Insyiraah: 5-6) </em></p>
<p>Sebagai  siswa disalah satu Pendidikan Kedinasan di Negeri ini, adalah kewajiban untuk  menyelesaikan belajar dengan hasil yang memuaskan. Jika kukenang kisah  perjalananku masuk di Perguruan Tinggi Kedinasan ini jadi teringat dimana begitu  banyak tantangan,hambatan,ujian mental yang dilalui.</p>
<p>Kisah ini dimulai  setelah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Menengah Tingkat Atas di Kabupaten  Rembang di Jawa Tengah. Waktu itu tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan ke  Perguruan Tinggi Negeri karena kemampuan ekonomi terbatas, lalu mendaftar di  salah satu Pendidikan Militer yang tentunya ada Ikatan dinas, selama pendidikan  tidak dikenakan biaya, sehingga tertarik untuk mengikuti tes masuk, kebetulan  pula persyaratan administrasi telah sesuai. Tahapan test berikutnya dijalani dan  mengalami kegagalan.Tentunya agak kecewa tapi memang mungkin bukan jalan  hidupku.</p>
<p>Untuk mengisi aktifitas, selanjutnya merintis wirausaha untuk  membantu ekonomi keluarga, dimulai dengan berjualan ayam, dengan cara memasarkan  ayam tersebut baik di perkampungan penduduk ataupun pasar tradisional. Dengan  menggunakan sepeda motor mulai berkeliling, memang malu juga, karena jika  berjumpa dengan teman-teman yang rata-rata melanjutkan pendidikan lagi di  perguruan tinggi. Tetapi malu juga tidak menyelesaikan masalah, lalu masa itu  dijalani dengan kesabaran dan keikhlasan.</p>
<p>Berbagai permasalahan hidup  pun mulai dihadapi, dari kekurangan modal, dan sepeda motor kadang-kadang rusak  sehingga pemasaran jadi agak terhambat . Akan tetapi, justru belajar dari  kejadian demi kejadian bahwa dalam hidup ini untuk mendapatkan nafkah, harus  berjuang. Sehingga dalam bekerja sering berjumpa dan berkomunikasi, dengan  petani, ataupun buruh. Merekapun sabar dalam menjalani pekerjaannya walaupun  harus bekerja keras.</p>
<p>Satu tahun waktu telah dijalani, jika melihat  teman-teman yang berkuliah kadang-kadang ada perasaan iri juga, tetapi harus  sabar dengan kenyataan yang sedang dijalani. Sampai pada suatu saat mendapat  informasi dari teman, kebetulan waktu itu bersama mengerjakan Sholat Jumat,  bahwa ada pendaftaran Perguruan Tinggi kedinasan. Tidak dikenai biaya  pendidikan. Kemudian setelah berdiskusi dengan orang tua, dan mereka menyetujui  supaya mengikuti tes tersebut.</p>
<p>Mulailah mengikuti tahapan-tahapan tes.  Selain tidak lupa selalu berdoa memohon kepada Allah SWT agar diberi kemudahan,  begitu juga orang tua. Salah satu tahapan tes harus ke ibukota propinsi di  Jateng yaitu di Semarang, sewaktu akan berangkat dengan kendaraan angkutan , tak  terasa air mataku pun berlinang, orang tua, sanak saudara melepas kepergianku,  tentunya mereka berharap bisa berhasil.</p>
<p>Sesampai di Semarang, mulailah  mengikuti tes-tes tersebut dan Ahamdullilah dapat lulus. Tahapan berikutnya  harus mengikuti tes terakhir di lokasi tempat Pendidikan di Jatinangor Sumedang,  Jawa Barat.</p>
<p>Sewaktu akan berangkat, kembali air mataku berlinang , dalam  perjalanan selalu berdoa dan berharap agar dapat lulus sebab jika berhasil  tentunya dapat membahagikan orang tua, sanak saudara di kampung. Tes di  Jatinangor telah dilalui dan sewaktu pengumuman Alhamdullilah dinyatakan lulus.</p>
<p>Kemudian dengan memakai surat kukirim kabar keberhasilanku kepada  keluarga.</p>
<p>Tahap awal pendidikan dijalani,sewaktu pengukuhan menjadi  mahasiswa Alhamdullilah orang tua, sanak saudara dapat hadir di Jatinangor, air  mata kami berlinang bersyukur kepada Allah SWT ternyata dibalik kesulitan akan  ada kemudahan jika berikhtiar dan meluruskan niat.</p>
<p>Sebentar lagi, kurang  lebih 5 bulan lagi pendidikan ini diselesaikan, semoga dapat berjalan dengan  baik dan ilmu yang telah diperoleh dapat diamalkan dalam kehidupan  bermasyarakat. Wallahu&#8217;alam. *** (Sandi Muda)</p>
<p><strong>manajemenqolbu.com</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bambangyappi.wordpress.com/55/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bambangyappi.wordpress.com/55/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bambangyappi.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bambangyappi.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bambangyappi.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bambangyappi.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bambangyappi.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bambangyappi.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bambangyappi.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bambangyappi.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bambangyappi.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bambangyappi.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bambangyappi.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bambangyappi.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bambangyappi.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bambangyappi.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangyappi.wordpress.com&amp;blog=4312607&amp;post=55&amp;subd=bambangyappi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bambangyappi.wordpress.com/2008/08/04/dibalik-kesulitan-ada-kemudahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daa8406d2e2829d8d894cc95bd62cd28?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">bambangyappi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Air Mata Rasulullah SAW</title>
		<link>http://bambangyappi.wordpress.com/2008/08/04/air-mata-rasulullah-saw/</link>
		<comments>http://bambangyappi.wordpress.com/2008/08/04/air-mata-rasulullah-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 12:19:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bambangyappi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Oase Iman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bambangyappi.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. &#8220;Bolehkah saya masuk?&#8221; tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, &#8220;Maafkanlah, ayahku sedang demam,&#8221; kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, &#8220;Siapakah itu wahai anakku?&#8221; &#8220;Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangyappi.wordpress.com&amp;blog=4312607&amp;post=52&amp;subd=bambangyappi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.  &#8220;Bolehkah saya masuk?&#8221; tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,  &#8220;Maafkanlah, ayahku sedang demam,&#8221; kata Fatimah yang membalikkan badan dan  menutup pintu.</p>
<p>Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah  membuka mata dan bertanya pada Fatimah, &#8220;Siapakah itu wahai anakku?&#8221; &#8220;Tak  tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,&#8221; tutur Fatimah  lembut.</p>
<p>Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang  menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak  dikenang. &#8220;Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah  yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,&#8221; kata Rasulullah,  Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi  Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.</p>
<p>Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit  dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. &#8220;Jibril, jelaskan apa  hakku nanti di hadapan Allah?&#8221; Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.  &#8220;Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua  syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,&#8221; kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak  membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.</p>
<p>&#8220;Engkau tidak  senang mendengar khabar ini?&#8221; Tanya Jibril lagi. &#8220;Khabarkan kepadaku bagaimana  nasib umatku kelak?&#8221; &#8220;Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar  Allah berfirman kepadaku: &#8216;Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat  Muhammad telah berada di dalamnya,&#8221; kata Jibril.</p>
<p>Detik-detik semakin  dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak  seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. &#8220;Jibril,  betapa sakit sakaratul maut ini.&#8221;</p>
<p>Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah  terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan  muka. &#8220;Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?&#8221; Tanya  Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.</p>
<p>&#8220;Siapakah yang sanggup,  melihat kekasih Allah direnggut ajal,&#8221; kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar  Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.</p>
<p>&#8220;Ya  Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku,  jangan pada umatku. &#8220;Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak  bergerak lagi.</p>
<p>Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali  segera mendekatkan telinganya. &#8220;Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanukum  &#8211;peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.&#8221;</p>
<p>Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling  berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan  telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. &#8220;Ummatii, ummatii,  ummatiii?&#8221; &#8211; &#8220;Umatku, umatku, umatku&#8221;</p>
<p>Dan, berakhirlah hidup manusia  mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?  Allahumma sholli &#8216;ala Muhammad wa baarik alaaa wa salim &#8216;alaihi Betapa cintanya  Rasulullah kepada kita.</p>
<p><strong>NB:<br />
Kirimkan kepada sahabat-sahabat  muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti  Allah dan Rasulnya mencintai kita.</p>
<p>Karena sesungguhnya selain daripada  itu hanyalah fana belaka. Amin&#8230; Usah gelisah apabila dibenci manusia karena  masih banyak yang menyayangimu di dunia tapi gelisahlah apabila dibenci Allah  karena tiada lagi yang mengasihmu diakhirat.</p>
<p>sumber : milis</p>
<p><strong>kafemuslimah.com</strong><br />
</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bambangyappi.wordpress.com/52/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bambangyappi.wordpress.com/52/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bambangyappi.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bambangyappi.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bambangyappi.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bambangyappi.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bambangyappi.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bambangyappi.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bambangyappi.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bambangyappi.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bambangyappi.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bambangyappi.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bambangyappi.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bambangyappi.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bambangyappi.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bambangyappi.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangyappi.wordpress.com&amp;blog=4312607&amp;post=52&amp;subd=bambangyappi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bambangyappi.wordpress.com/2008/08/04/air-mata-rasulullah-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daa8406d2e2829d8d894cc95bd62cd28?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">bambangyappi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surah Qaf Sebagai Penyebab Hidayahku</title>
		<link>http://bambangyappi.wordpress.com/2008/08/04/surah-qaf-sebagai-penyebab-hidayahku/</link>
		<comments>http://bambangyappi.wordpress.com/2008/08/04/surah-qaf-sebagai-penyebab-hidayahku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 12:14:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bambangyappi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bambangyappi.wordpress.com/2008/08/04/surah-qaf-sebagai-penyebab-hidayahku/</guid>
		<description><![CDATA[Seorang wanita yang telah bertobat bercerita: Dahulu aku tenggelam dalam gelapnya kemaksiatan. Sering ibuku menasehatiku sampai menangis tapi kuanggap angin lalu saja, dan aku masih terus berjalan di jalan yang gelap ini, aku larut dengan angan-angan dan hayalan. Ketika hari berganti dengan malam yang gelap gulita akau berfikir juga apa yang akan kulakukan esok hari. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangyappi.wordpress.com&amp;blog=4312607&amp;post=50&amp;subd=bambangyappi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang wanita yang telah bertobat bercerita:<br />
Dahulu aku tenggelam dalam  gelapnya kemaksiatan. Sering ibuku menasehatiku sampai menangis tapi kuanggap  angin lalu saja, dan aku masih terus berjalan di jalan yang gelap ini, aku larut  dengan angan-angan dan hayalan.</p>
<p>Ketika hari berganti dengan malam yang  gelap gulita akau berfikir juga apa yang akan kulakukan esok hari. Dan pada  siang hari aku berfikir juga tentang apa yang akan kulakukan untuk menghabiskan  waktu malam. Pikiranku hanya terfokus pada urusan dunia saja dan menghabiskan  waktu tanpa manfaat sedikitpun, hari-hariku berlalu dengan nyanyian, majalah,  dan film-film cabul, begitulah keadaanku yang telah diliputi kelalaian.</p>
<p>Suatu hari aku merasa bosan dengan aktivitasku yang monoton, juga dengan  nasehat ibuku yang mengingatkanku pada ayahku yang telah meninggal dunia,  mudah-mudahan Allah merahmatinya. Aku masuk ke kamar yang penuh kaset, majalah  dan gambar-gambar, tiba-tiba aku mendengar suara imam masjid yang menggetarkan  pendengaranku, gema kalam ilahi telah menggetarkan hatiku, &#8216;Subhanallah,  alangkah agungnya kalam itu&#8217;.</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya Kami telah menciptakan  manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat  kepadanya daripada urat lehernya. (Yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat  amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri.  Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat  pengawas yang selalu hadir. Dan datanglah sakaratul maut yang sebenar-benarnya.  Itulah yang kamu selalu lari daripadanya. Dan ditiupkalah sangkakala. Itulah  hari terlaksananya ancaman. Dan datanglah tiap-tiap diri, bersama dengan dia  seorang malaikat, penggiring dan seorang malaikat penyaksi. Sesungguhnya kamu  berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan daripadamu tutup  (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam. Dan yang  menyertai dia berkata: &#8216;Inilah (catatan amalnya) yang tersedia pada sisiku&#8217;.  Allah berfirman: &#8216;Lemparkanlah olehmu berdua ke dalam neraka semua orang yang  sangat ingkar dan keras kepala, yang sangat enggan melakukan kebajikan,  melanggar batas lagi ragu-ragu, yang menyembah sembahan yang lain beserta Allah  maka lemparkanlah dia ke dalam siksaan yang sangat&#8217;. Yang menyertai (syetan) dia  berkata (pula): &#8216;Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang  berada dalam kesesatan yang jauh&#8217;. Allah berfirman: &#8216;Janganlah kamu bertengkar  di hadapan-Ku, padahal sesungguhnya Aku dahulu telah memberikan ancaman  kepadamu&#8217;. Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah dan Aku sekali-kali tidak  menganiaya hamba-hamba-Ku. (Dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) Kami  bertanya kepada jahannam: &#8216;Apakah kamu sudah penuh?&#8217; Dia menjawab: &#8216;Masih adakah  tambahan?&#8217;&#8221;. (QS. Qaaf : 16-30).</p>
<p>Ketika pada kehidupan sesungguhnya,  alangkah dahsyatnya kematian, dan begitu lalainya aku. Seolah-olah kubur  terhalangi oleh kelalaian dalam hidupku. Shalat kulakukan sebatas kebiasaan,  kalau ada kesempatan aku kerjakan, kalau tidak aku tinggalkan. Demikian pula  dengan kewajiban-kewajiban yang lain.</p>
<p>Kitab Allah tak pernah aku sentuh  kecuali di sekolah, dan itupun kalau aku ikut pelajaran, kalau tidak, aku akan  pergi dengan teman-temanku . . .!</p>
<p>Kini lonceng peringatan sudah berbunyi  dan bergema dalam jiwaku. Aku dikelilingi oleh pertanyaan-pertanyaan dari segala  penjuru, &#8216;Ya Ilahi apa yang telah kupersiapkan untuk menjawab pertanyaan-Mu?,  apa yang telah kupersiapkan untuk alam kubur dan kematian?, tidak ada . . ! Aku  tidak punya apa-apa selain hafalan-hafalan lagu-lagu sesat, ya Ilahi, apa yang  harus aku lakukan? Aku habiskan usiaku dalam gelimang dosa siang dan malam.</p>
<p>Jika aku harus kembali . . . kembali kepada Allah . . . dan bersiap-siap  menghadapi hari dimana lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak  yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil (QS. Al-Haj : 2)  . . . aku harus bangkit dan bekerja dengan giat dan ikhlas. Mudah-mudahan Allah  mengampuni segala kelalaianku dan menerima kebaikanku yang sedikit . . . tiada  daya dan upaya selain dari Allah SWT&#8217;.</p>
<p>Dikutip dari : Hakikat Taubat<br />
diambil dari www.alirsyad-alislamy.or.id</p>
<p><strong>kafemuslimah.com</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bambangyappi.wordpress.com/50/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bambangyappi.wordpress.com/50/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bambangyappi.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bambangyappi.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bambangyappi.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bambangyappi.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bambangyappi.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bambangyappi.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bambangyappi.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bambangyappi.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bambangyappi.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bambangyappi.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bambangyappi.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bambangyappi.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bambangyappi.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bambangyappi.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangyappi.wordpress.com&amp;blog=4312607&amp;post=50&amp;subd=bambangyappi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bambangyappi.wordpress.com/2008/08/04/surah-qaf-sebagai-penyebab-hidayahku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daa8406d2e2829d8d894cc95bd62cd28?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">bambangyappi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rebutlah Gelar Wanita Sholehah</title>
		<link>http://bambangyappi.wordpress.com/2008/08/04/rebutlah-gelar-wanita-sholehah/</link>
		<comments>http://bambangyappi.wordpress.com/2008/08/04/rebutlah-gelar-wanita-sholehah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 12:07:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bambangyappi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bambangyappi.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Pertama-tama adalah mesti engkau sadari, bahwa sesungguhnya aku tak akan menilai kecantikan wajahmu dibalik jilbab yan engkau kenakan, serta harta yang kau miliki sebagai daya tarik untuk menikahimu. Tapi kecantikan hati, perilaku, serta ketaatanmu kepada Dienul Islam itu yang utama. Memang hal ini sangat musykil di zaman yang telah penuh dengan noda-noda hitam akibat perbuatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangyappi.wordpress.com&amp;blog=4312607&amp;post=47&amp;subd=bambangyappi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama-tama adalah mesti engkau sadari, bahwa sesungguhnya aku tak akan menilai  kecantikan wajahmu dibalik jilbab yan engkau kenakan, serta harta yang kau  miliki sebagai daya tarik untuk menikahimu. Tapi kecantikan hati, perilaku,  serta ketaatanmu kepada Dienul Islam itu yang utama. Memang hal ini sangat  musykil di zaman yang telah penuh dengan noda-noda hitam akibat perbuatan  manusia, sehingga wanita-wanitanya sudah tidak malu lagi untuk menjual  kecantikannya dan berlomba-lomba memperlihatkan aurat dengan sebebas-bebasnya  demi memuaskan hawa nafsu jahatnya. Namun itulah yang diajarkan Rasulullah SAW,  kepada kita melalui haditsnya :</p>
<p>“Janganlah engkau peristrikan wanita  karena hartanya, sebab hartanya itu menyebabkan mereka sombong. Dan jangan pula  kamu peristrikan wanita karena kecantikannya, karena boleh jadi kecantikannya  itu dapat menghinakan dan merendahkan martabat mereka sendiri. Namun peristrikan  wanita atas dasar Diennya. Sesungguhnya budak hitam legam kulitnya tetapi Dienya  lebih baik, lebih patut kamu peristrikan“. (HR. Bukhori)</p>
<p>Dan Allah pun  tak akan melihat kebagusan wajah dan bentuk jasadmu. Tapi Dia menilai hati dan  amal yang kau lakukan. Hendaknya engkau yakin bahwa wanita-wanita salafusshaleh  adalah panutanmu, yang telah mendapat bimbingan dari nabi Muhammad  SAW.</p>
<p>Contohlah Ummu Khomsa yang tersenyum gembira mendengar anak-anaknya  gugur dalam medan pertempuran. Tentunya engkau heran, mengapa seorang ibu  seperti itu ? jawabnya adalah karena ia yakin bahwa jannah telah menanti anaknya  di akhirat, sedangkan engkau tahu, tak seorangpun yang tidak menginginkan akhir  hidup di tempat yang penuh kenikmatan itu.</p>
<p>Katakanlah kepada anak-anakmu  kelak :<br />
…janganlah engkau bimbang dan ragu wahai anakku, kalau kamu syahid  daripada sibuk mengumpulkan hartadan memburu pangkat. Maka kalau kamu ingin  termasuk ke dalam golongan-golongan pejuang ISLAM yang benar-benar  memperjuangkan hak Allah dan Rasul-Nya. Serahkan dirimu dan ketaqwaan yang kuat  dan tanamkan pula dalam hatimu iman serta keinginan untuk menemuin-Nya secara  syahid. Bayangkanlah bahwa jannah sedang menanti, bersama para bidadari yang  sedang berhias menanti kekasih-kekasihnya, yaitu kamu sendiri. Seperti Firman  Allah :</p>
<p>“Dan didalam Jannah itu ada bidadari-bidadari bermata jeli,  laksana mutiara yang tersimpan baik” (QS 56 : 22-23) Ajarkanlah pada anak-anak  kita kelak, bahwa hidup dalam ISLAM tidak berarti mencari kenikmatan semu di  dunia ini sehingga mereka bersenang-senang didalamnya dan lupa akan Akhirat.  Padahal Rasulullah mengajarkan “ Addunya mazra’atul akhiroh (Dunia adalah  ladangnya akhirat). Jadi dunia bukan tujuan akhir, tapi hanya sekedar jembatan  untuk menuju kehidupan akhirat yang lebih baik dan kekal sehingga mereka  mengerti bahwa mencari keridhoan Allah berarti pengorbanan yang terus menerus,  Seperti Firman-Nya :</p>
<p>“ Dan diantara manusia ada orang yang mengorbankan  dirinya karena mencari keridhoan Allah dan Allah maha penyantun kepada  hamba-hambanya”. (QS. Al Baqarah : 207)</p>
<p>Akhirnya merekapun tahu bahwa  jalan yang mereka pilih itu tidak menjanjikan harta di dunia ini yang banyak,  rumah mewah, kendaraan yang banyak, atau kasur-kasur yang empuk, pangkat dan  wanita, tapi jalan mereka semua adalah jalan yang penuh dengan duri-duri cobaan  serta seribu datu macam tantangan. Karena Allah tidak akan memberi Jannah kepada  kita dengan harga yang murah.</p>
<p>Berdo’alah kepada-Nya agar engkau lahirkan  kelak dari rahimmu seorang anak pewaris perjuangan nabi-nabi-Nya yang senantiasa  mereka mendo’akan kita. Didiklah mereka agar taat dan berbuat baik kepada kita  serta tidak menyekutukan Allah, seperti yang diwasiatkan Luqman kepada  anak-anaknya (31:31). Fahamkan mereka bahwa pewaris perjuangan Rasul dan Nabi  bukanlah berarti mereka hanya menjadi pejuang di medan jihad, tapi juga seorang  abid (zuhud) di malam hari. Anak kita kelak adalah amanah dari-Nya oleh sebab  itu Allah akan murka seandainya kita menyia-nyiakannya. Pembentukan pribadi anak  itu sangat tergantung kepada kita yang mendidiknya. Apakah ia akan menjadi orang  yang beriman atau sebaliknya. Hendaklah engkau perhatikan makanan untuk mereka,  pergaulannya serta pilihkan pendidikan yang mereka ikuti.</p>
<p>Jadilah engkau  seperti Siti Maryam yang dapat mendidik Isa a.s. di tengah-tengah cemoohan dan  cacian masyarakat. Atau Siti Asiyah(istri fir&#8217;aun) yang dapat memupuk keimanan  Musa a.s. di dalam istana yang penuh dengan kedurhakaan dan kekufuran. Kemudian  Masyitoh yang mampu memantapkan hati anak-anaknya walaupun harus menghadapi air  yang mendidih demi kebenaran. Atau deperti Siti Khadijah R.ha. Aisyah R.ha,  Sayidina Fatimah R.ha yang membesarkan anak-anaknya di tengah-tengah  kemiskinan.</p>
<p>Bila engkau telah memahami tugas terhadap anak-anakmu dalam  Islam, maka mudah-mudahan Allah akan memberkahi ktia dengan memberikan anak-anak  yang sholeh, yang bersedia mengorbankan nyawanya demi mematuhi perintah Allah,  seharusnyalah engkau faham juga bahwa dunia ini adalah perhiasan dan sebaik  baiknya perhiasan adalah wanita sholehah.</p>
<p>Dan salah satu ciri yang harus  engkau miliki jika ingin menjadi wanita sholehah dan bersedia untuk taat  terhadap suamimu kelak seperti Firman-Nya dalam surat An-Nisaa :34 bahwa  laki-laki adalah pemimpin bagi wanita dan istri yang baik adalah mereka yang  setia (taat) kepada suami dan selalu memelihara kehormatannya selama suaminya  tidak ada di rumah.</p>
<p>Hendaklah engkau berbeda dengan wanita-wanita saat  ini yang benyak melalaikan suami dan anak-anaknya, mereka lebih sibuk dengan  karir, arisan, undangan, atau menyia-nyiakan uang dan waktu dengan hal-hal yang  tidak berguna, serta cenderung pamer wajah dan aurat kepada yang bukan  muhrimnya. Carilah ridha suami dengan cara-cara yang telah diyariatkan Islam,  karena Rasulullah telah bersabda :</p>
<p>“Wahai Siti Fatimah, kalau engkau mati  dalam keadaan Ali tidak ridha padamu, niscaya aku ayahandamu tidak akan  menyolatkanmu“.</p>
<p>Jadilah engkau perhiasan yang tinggi nilainya di dalam  rumah tangga, sumber penyejuk dan kebahagiaan hati suami, berhiaslah engkau  untuk menyenangkan suami, jagalah hatinya agar engkau tak menyakiti dia.  Walaupun dengan hal-hal yang kecil. Katakan kepadaku jika akan berangkat mencari  nafkah :</p>
<p>“Wahai suamiku carilah rezeki yang halal disisi Allah, janganlah  engkau pulang membawa rezeki yang haram untuk kami. Kami rela berlapar dan hidup  susah dengan makanan yang halal.”</p>
<p>Dan janganlah engkau cegah, jika aku  hendak meninggalkanmu berhari-hari karena memenuhi panggilan Allah dan  Rasul-Nya. Tabahlah seperti tabahnya Siti Hajar dan Ismail yang ditinggalkan  Ibrahim a.s. ditengah padang pasir yang tandus. Jika aku mengikuti jejak yasir,  maka ikutilah di belakangku sebagai sumayyah, bila kukatakan kepadamu  “perjuangan itu pahit” maka jawablah olehmu “Jannah itu Manis”</p>
<p>Sudah  kiranya yang ingin aku sampaikan padamu, hendaklah engkau pahami dan ikuti  seperti yang telah aku tunjukkan kepadamu tapi harus diingat bahwa engkau  melakukannya karena Allah bukan karena aku, semoga Allah meridhoi kita dan  memberi kemudahan dalam mengikuti petunjuknya, amin.</p>
<p>antithogut</p>
<p><strong>Kafemuslilmah.com</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bambangyappi.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bambangyappi.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bambangyappi.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bambangyappi.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bambangyappi.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bambangyappi.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bambangyappi.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bambangyappi.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bambangyappi.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bambangyappi.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bambangyappi.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bambangyappi.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bambangyappi.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bambangyappi.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bambangyappi.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bambangyappi.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangyappi.wordpress.com&amp;blog=4312607&amp;post=47&amp;subd=bambangyappi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bambangyappi.wordpress.com/2008/08/04/rebutlah-gelar-wanita-sholehah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daa8406d2e2829d8d894cc95bd62cd28?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">bambangyappi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa Yang Menghalangimu Untuk Belum Berhijab Wahai Saudariku</title>
		<link>http://bambangyappi.wordpress.com/2008/08/04/apa-yang-menghalangimu-untuk-belum-berhijab-wahai-saudariku/</link>
		<comments>http://bambangyappi.wordpress.com/2008/08/04/apa-yang-menghalangimu-untuk-belum-berhijab-wahai-saudariku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 12:02:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bambangyappi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bambangyappi.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Hijab adalah pakaian wanita muslim yang menutup bagian kepala sampai dengan kaki (termasuk didalamnya jilbab/tudung dan pakaian yang longgar tidak memperlihatkan lekuk tubuh). Bagi orang awam, masalah hijab mungkin dianggap masalah sederhana. Padahal sesungguhnya, ia adalah masalah besar. Karena ia adalah perintah Allah SWT yang tentu didalamnya mengandung hikmah yang banyak dan sangat besar. Ketika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangyappi.wordpress.com&amp;blog=4312607&amp;post=44&amp;subd=bambangyappi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hijab adalah pakaian wanita muslim yang menutup bagian kepala sampai dengan kaki  (termasuk didalamnya jilbab/tudung dan pakaian yang longgar tidak memperlihatkan  lekuk tubuh). Bagi orang awam, masalah hijab mungkin dianggap masalah sederhana.  Padahal sesungguhnya, ia adalah masalah besar. Karena ia adalah perintah Allah  SWT yang tentu didalamnya mengandung hikmah yang banyak dan sangat besar. Ketika  Allah SWT memerintahkan kita suatu perintah, Dia Maha Mengetahui bahwa perintah  itu adalah untuk kebaikan kita dan salah satu sebab tercapainya kebahagiaan,  kemuliaan dan keagungan wanita.</p>
<p>Seperti firman Allah SWT: &#8220;Hai Nabi,  katakan kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin  untuk mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya  mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak digangguÂ”.(QS. Al  Ahzab:59)</p>
<p>Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi Wasallam pernah bersabda: &#8220;Akan ada di  akhir umatku kaum lelaki yang menunggang pelana seperti layaknya kaum lelaki,  mereka turun di depan pintu masjid, wanita-wanita mereka berpakaian (tetapi)  telanjang, diatas kepala mereka (terdapat suatu) seperti punuk onta yg lemah  gemulai. Laknatlah mereka! Sesunggunya mereka adalah wanita -wanita  terlaknat.&#8221;(Diriwayatkan oleh Imam Ahmad(2/33))</p>
<p>Sabda Nabi Shallallahu  &#8216;Alaihi Wasallam juga pernah bersabda: “Dua kelompok termasuk penghuni Neraka,  Aku (sendiri) belum pernah melihat mereka, yaitu seperti orang yg membawa cemeti  seperti ekor sapi, dengannya mereka mencambuki manusia dan para wanita yg  berpakaian (tetapi ) telanjang, bergoyang berlenggak lenggok, kepala mereka (ada  suatu) seperti punuk unta yg bergoyang goyang. Mereka tentu tidak akan masuk  Surga, bahkan tidak mendapat baunya. Dan sesungguhnya bau Surga itu tercium dari  jarak perjalanan sekian dan sekian.&#8221;(HR. Muslim, hadits no. 2128).</p>
<p>Dimasa  kini banyak alasan atau sebab yang sering dijadikan alasan mengapa para wanita  enggan untuk berhijab, diantaranya:</p>
<p><strong>1. Belum mantap</strong><br />
Bila  ukhti/saudari berdalih dengan syubhat ini hendaknya bisa membedakan antara dua  hal. Yakni antara perintah Tuhan dengan perintah manusia. Selagi masih dalam  perintah manusia, maka seseorang tidak bisa dipaksa untuk menerimanya. Tapi bila  perintah itu dari Allah SWT tidak ada alasan bagi manusia untuk mengatakan saya  belum mantap, karena bisa menyeret manusia pada bahaya besar yaitu keluar dari  agama Allah SWT sebab dengan begitu ia tidak percaya dan meragukan kebenaran  perintah tersebut.</p>
<p>Allah SWT berfirman Allah: &#8220;Dan tidak patut bagi  lelaki mukmin dan wanita mukminah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan  suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka.  Dan barangsiapa mendurhakai Allah SWT dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah  sesat, sesat yang nyata.” (QS. Al-Ahzab: 36)</p>
<p><strong>2. Iman itu letaknya di  hati bukan dalam penampilan luar</strong><br />
Para ukhti/saudari yang belum berhijab  berusaha menafsirkan hadist, tetapi tidak sesuai dengan yang dimaksudkan,  seperti sabda Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi Wasalam: “Sesungguhnya Allah SWT tidak  melihat pada bentuk-bentuk (lahiriah) dan harta kekayaanmu tapi Dia melihat pada  hati dan amalmu sekalian.”(HR. Muslim, Hadist no. 2564 dari Abu  Hurairah).</p>
<p>Tampaknya mereka menggugurkan makna sebenarnya yang dibelokkan  pada kebathilan. Memang benar Iman itu letaknya dihati tapi Iman itu tidak  sempurna bila dalam hati saja. Iman dalam hati semata tidak cukup menyelamatkan  diri dari Neraka dan mendapat Surga. Karena definisi Iman Menurut jumhur ulama  Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah: &#8220;keyakinan dalam hati, pengucapan dengan lisan, dan  pelaksanaan dengan anggota badan&#8221;. Dan juga tercantum dalam Al-Quran setiap kali  disebut kata Iman, selalu disertai dengan amal, seperti: &#8220;Orang yg beriman dan  beramal shalih&#8230;.&#8221;. Karena amal selalu beriringan dengan iman, keduanya tidak  dapat dipisah-pisahkan.</p>
<p><strong>3. Allah belum memberiku  hidayah</strong><br />
Ukhti/saudari yang seperti ini terperosok dalam kekeliruan yang  nyata. Karena bila orang yang menginginkan hidayah, serta menghendaki agar orang  lain mendo&#8217;akan dirinya agar mendapatkannya, ia harus berusaha keras dengan  sebab-sebab yang bisa mengantarkannya sehingga mendapatkan hidayah tersebut.  Seperti firman Allah SWT: &#8220;Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum  sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.Â” (QS.  Ar-Ra&#8217;d: 11).</p>
<p>Karena itu wahai uhkti/saudari, berusahalah mendapatkan  sebab-sebab hidayah, niscaya Anda mendapatkan hidayah tersebut dengan izin Allah  SWT. Diatara usaha itu adalah berdo&#8217;a agar mendapat hidayah, memilih kawan yang  shalihah, selalu membaca, mempelajari dan merenungkan Kitab Allah, mengikuti  majelis dzikir dan ceramah agama dan lainnya.</p>
<p><strong>4.Takut tidak laku nikah </strong><br />
Syubhat ini dibisikkan oleh setan dalam jiwa karena perasaan bahwa para  pemuda tidak akan mau memutuskan untuk menikah kecuali jika dia telah melihat  badan, rambut, kulit, kecantikan dan perhiasan sang gadis. Meskipun kecantikan  merupakan salah satu sebab paling pokok dalam pernikahan, tetapi ia bukan  satu-satunya sebab dinikahinya wanita.</p>
<p>Rasulullah Shallallahu Â‘Alaihi  Wasallam bersabda: &#8220;Wanita itu dinikahi karena empat hal; yaitu karena harta,  keturunan, kecantikan dan agamanya. Dapatkanlah wanita yg berpegang teguh dengan  agama,(jika tidak) niscaya kedua tanganmu berlumur debu&#8221;. (HR. Al Bukhari,  kitaabun nikah,9/115).</p>
<p><strong>5. Ia masih belum Dewasa</strong><br />
Sesungguhnya  para wali, baik ayah atau ibu yang mencegah anak puterinya berhijab, dengan  dalih karena masih belum dewasa, mereka mempunyai tanggung jawab yang besar  dihadapan Allah SWT pada hari Kiamat. Karena menurut syariat ketika seorang  gadis mendapatkan Haidh, seketika itu pula ia wajib untuk berhijab.</p>
<p><strong>6.  Orang tuaku dan suamiku melarang berhijab</strong><br />
Dasar permasalahan ini adalah  bahwa ketaatan kepada Allah SWT harus didahulukan daripada keta’atan kepada  mahluk siapa pun dia. Seperti dalam hadits shahih  disebutkan:</p>
<p>&#8220;sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam kebaikan.&#8221;(HR. Al  Bukhari dan Muslim). Dan sabda Rasul dalam hadist lainnya: &#8220;Dan tidak boleh  ta&#8217;at kepada mahluk dengan mendurhakai (bermaksiat) kepada Al-Khaliq.&#8221; (HR. Imam  Ahmad, hadits ini shahih).</p>
<p>Maka dari itu wahai ukhti yang belum berhijab,  semoga tulisan ini mejadi pembuka hati yang terkunci, menggetarkan perasaan yg  tertidur, sehingga bisa mengembalikan segenap akhwat yang belum menta’ati  perintah berhijab, kepada fitrah yang telah diperintahkan Allah SWT.</p>
<p>(Dikutip dari buku terjemahan yg berjudul asli Ila Ukhti Ghairil  Muhajjabah Mal Maani&#8217;u Minal Hijab? oleh Syaikh Abdul Hamid Al Bilaly).</p>
<p>Wallahu A’lam.</p>
<p>Hj. Dewi Setiani<br />
Penulis berdomisili di  Jogjakarta.</p>
<p><strong>kafemuslimah.com</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bambangyappi.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bambangyappi.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bambangyappi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bambangyappi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bambangyappi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bambangyappi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bambangyappi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bambangyappi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bambangyappi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bambangyappi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bambangyappi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bambangyappi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bambangyappi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bambangyappi.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bambangyappi.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bambangyappi.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangyappi.wordpress.com&amp;blog=4312607&amp;post=44&amp;subd=bambangyappi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bambangyappi.wordpress.com/2008/08/04/apa-yang-menghalangimu-untuk-belum-berhijab-wahai-saudariku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daa8406d2e2829d8d894cc95bd62cd28?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">bambangyappi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bekal Menuju Surga</title>
		<link>http://bambangyappi.wordpress.com/2008/07/31/bekal-menuju-surga/</link>
		<comments>http://bambangyappi.wordpress.com/2008/07/31/bekal-menuju-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 07:56:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bambangyappi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bambangyappi.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[republika &#8211; Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Thabrani, Abu Darda berkata, &#8220;Rasulullah SAW telah memberi wasiat kepadaku agar aku melihat kepada orang yang lebih rendah daripadaku dan tidak melihat kepada orang yang berada di atasku, mencintai orang-orang miskin dan mendekati mereka, menyambung tali silaturahim dengan orang yang memutuskan hubungan denganku, berkata atas nama Allah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangyappi.wordpress.com&amp;blog=4312607&amp;post=39&amp;subd=bambangyappi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>republika &#8211; Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Thabrani, Abu Darda berkata, &#8220;Rasulullah SAW telah memberi wasiat kepadaku agar aku melihat kepada orang yang lebih rendah daripadaku dan tidak melihat kepada orang yang berada di atasku, mencintai orang-orang miskin dan mendekati mereka, menyambung tali silaturahim dengan orang yang memutuskan hubungan denganku, berkata atas nama Allah dan tidak takut dalam menegakkan kebenaran di jalan Allah, tidak meminta apa pun dari orang lain, dan memperbanyak bacaan hawqalah. Sesungguhnya semua itu adalah bekal menuju surga.&#8221;</p>
<p>Ada beberapa prinsip hidup yang terkandung dalam hadis di atas yang jika dipegang teguh akan mengantarkan setiap Muslim menjadi penghuni surga.</p>
<p>Pertama, tidak tergoda oleh gemerlap kenikmatan dunia. Ia selalu melihat kepada orang yang lebih rendah dalam hal urusan dunia. Dengan begitu, ia tidak akan diperbudak oleh nafsu untuk mengejar kenikmatan dunia. Baginya, kepuasan yang sesungguhnya bukan karena melimpahnya harta dan benda, tetapi karena keberhasilannya mensyukuri nikmat Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Bukanlah kekayaan itu dengan melimpahnya harta dan benda, melainkan kekayaan itu adalah kekayaan jiwa.&#8221; (HR Abu Ya&#8217;la).</p>
<p>Kedua, meningkatkan ibadah sosial. Dalam hidup, setiap Muslim tidak hanya cukup dengan ibadah ritual tetapi juga ibadah sosial. Ini dapat dilakukan dengan memberi perhatian kepada orang miskin. Sikap ini akan melahirkan kesadaran bahwa hikmah perbedaan kondisi kehidupan manusia adalah agar satu sama lain saling menolong. Menyambung tali silaturahim dengan orang yang telah memutuskan hubungan dengan kita juga merupakan bentuk ibadah sosial. Ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang ikhlas dan berjiwa besar. Rasa kasih sayang telah mengalahkan prasangka buruk terhadap orang lain. Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim.&#8221; (HR Bukhari Muslim).</p>
<p>Ketiga, berjuang menegakkan kebenaran di jalan Allah. Ini adalah perjuangan yang sangat mulia di sisi Allah. Orang yang yakin atas pertolongan Allah, ia tidak akan mundur dalam memperjuangkan kebenaran. Puncak kebahagiaan adalah ketika kebenaran berhasil mengalahkan kebatilan. Allah berfirman, &#8220;Kebenaran itu datang dari Tuhanmu. Dan janganlah kamu sekali-kali termasuk orang-orang yang ragu terhadap kebenaran itu.&#8221; (QS. 2:147).</p>
<p>Keempat, hidup mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain. Ini berarti bahwa setiap orang diperintahkan untuk berusaha dan bekerja dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Hidup sederhana dengan hasil keringat sendiri lebih baik daripada hidup berlimpah tetapi dari pemberian orang lain. Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Tidaklah sekali-kali seseorang itu makan makanan lebih baik daripada apa yang dimakannya dari hasil jerih payahnya sendiri. Dan Nabi Daud AS itu makan dari hasil jerih payahnya sendiri.&#8221; (HR. Bukhari). [Muhammad Irfan Helmy]</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bambangyappi.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bambangyappi.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bambangyappi.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bambangyappi.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bambangyappi.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bambangyappi.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bambangyappi.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bambangyappi.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bambangyappi.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bambangyappi.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bambangyappi.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bambangyappi.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bambangyappi.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bambangyappi.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bambangyappi.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bambangyappi.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangyappi.wordpress.com&amp;blog=4312607&amp;post=39&amp;subd=bambangyappi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bambangyappi.wordpress.com/2008/07/31/bekal-menuju-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daa8406d2e2829d8d894cc95bd62cd28?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">bambangyappi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kasih Sayang Sesama Muslim</title>
		<link>http://bambangyappi.wordpress.com/2008/07/31/kasih-sayang-sesama-muslim/</link>
		<comments>http://bambangyappi.wordpress.com/2008/07/31/kasih-sayang-sesama-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Jul 2008 07:01:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bambangyappi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bambangyappi.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Rasulullah saw diutus oleh Allah SWT ke muka bumi ini sebagai rahmat atau kasih sayang Allah kepada seluruh alam. Beliau adalah contoh manusia sempurna yang layak menjadi teladan bagi seluruh umat manusia, khususnya bagi mereka yang mengharapkan rahmat Allah dan kesuksesan akhirat, di samping kesuksesan dunia. Tentu saja kehadiran beliau sebagai utusan Allah SWT kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangyappi.wordpress.com&amp;blog=4312607&amp;post=30&amp;subd=bambangyappi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rasulullah saw diutus oleh Allah SWT ke muka bumi ini sebagai rahmat atau kasih sayang Allah kepada seluruh alam. Beliau adalah contoh manusia sempurna yang layak menjadi teladan bagi seluruh umat manusia, khususnya bagi mereka yang mengharapkan rahmat Allah dan kesuksesan akhirat, di samping kesuksesan dunia.</p>
<p>Tentu saja kehadiran beliau sebagai utusan Allah SWT kepada umat manusia adalah tidak sekadar sebagai pribadi Muhammad saw, melainkan sebagai rasul pembawa risalah Islam yang penerapannya adalah pasti mewujudkan rahmat bagi seluruh umat manusia, bahkan seluruh alam.<br />
Salah satu di antara syariat pembawa rahmat itu adalah ajaran tentang sifat rahmat atau kasih sayang itu sendiri yang merupakan bagian dari akhlak yang baik menurut syariat Islam.</p>
<p>Syariat memotivasi dan memerintahkan kita umat Islam untuk memiliki akhlak itu. Bahkan syariah Islam memberikan berbagai gambaran tentang rahmat atau kasih sayang itu dalam berbagai bentuk. Di antaranya adalah kita diminta untuk bersikap rendah hati kepada sesama orang beriman, sesama muslim. Apa pun kedudukan sosial ekonomi dan politiknya; apa pun suku bangsa, ras, dan bahasanya; seorang muslim harus kita hormati dan tidak kita hadapi dengan sikap arogan.</p>
<p>Sebab, pada hakikatnya seorang muslim yang satu dengan muslim yang lain adalah laksana satu tubuh. Mereka bagaikan kepala dengan kaki, bagaikan mulut dengan perut. Di dalam sahih Al-Bukhari diriwayatkan dari Nukman bin Basyir yang mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda, &#8221;Engkau lihat orang-orang Mukmin di dalam saling kasih sayang, hubungan yang hangat, dan merasakan, di antara mereka, seperti tubuh. Jika salah satu anggota tubuh mengeluh, maka seluruh tubuh itu akan merasakan demam dan tidak bisa tidur.&#8221;</p>
<p>Wajarlah sesama muslim saling hormat dan saling merendah, bukan saling merendahkan dan menghinakan. Lebih dari itu, mereka saling menyayangi dan bergaul dengan penuh kehangatan dan kekompakan. Laksana satu tubuh. Bahkan sikap ramah ini juga ditunjukkan kepada non-Muslim yang menghargai integritas kaum muslimin dan mengakui kedaulatan syariat Islam, sekalipun mereka tidak mengimani Islam.</p>
<p>Dalam Sunan Al-Baihaqi diriwayatkan suatu hadis dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash RA bahwa Rasulullah saw bersabda, &#8221;Orang-orang yang bersifat pengasih akan dikasihi oleh Allah Ar-Rahman, kasihilah siapa saja di muka bumi niscaya kalian akan dikasihi para penghuni langit.&#8221;</p>
<p>Tentu saja, bagi orang-orang kafir yang memusuhi kaum muslim, tidak pada tempatnya kaum muslimin menyayangi mereka. Sebagaimana Allah SWT berfirman, &#8221;Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.&#8221; (QS Al-Fath: 29).</p>
<p>Oleh karena itu, marilah kita kembangkan kasih sayang ini sebagaimana tuntunan Yang Paling Penyayang di antara para penyayang. Siapa lagi yang menyayangi saudara kita sesama muslim kalau bukan kita sendiri yang muslim karena tidak mungkin orang kafir memberikan kasih sayangnya kepada kaum muslim tanpa ada udang di balik batu.</p>
<p>Sumber : Republika Online</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bambangyappi.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bambangyappi.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bambangyappi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bambangyappi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bambangyappi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bambangyappi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bambangyappi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bambangyappi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bambangyappi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bambangyappi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bambangyappi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bambangyappi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bambangyappi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bambangyappi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bambangyappi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bambangyappi.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangyappi.wordpress.com&amp;blog=4312607&amp;post=30&amp;subd=bambangyappi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bambangyappi.wordpress.com/2008/07/31/kasih-sayang-sesama-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daa8406d2e2829d8d894cc95bd62cd28?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">bambangyappi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Amar Ma&#8217;ruf Nahi Munkar</title>
		<link>http://bambangyappi.wordpress.com/2008/07/28/agama/</link>
		<comments>http://bambangyappi.wordpress.com/2008/07/28/agama/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 08:30:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bambangyappi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bambangyappi.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Rasulullah Saw bersabda, &#8220;Bersungguh-sungguhlah kalian dalam menyeru yang makruf, bersungguh-sungguh pulalah kalian dalam mencegah yang munkar. Jika tidak, maka Allah akan memberikan kekuasaan kepada orang-orang buruk di antara kalian, dan doa orang-orang baik di antara kalian (tetapi diam terhadap kemunkaran) tidak akan dikabulkan oleh Allah,&#8221; (HR Imam Bazzar). Hadis di atas menjelaskan kepada kita akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangyappi.wordpress.com&amp;blog=4312607&amp;post=28&amp;subd=bambangyappi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rasulullah Saw bersabda, &#8220;Bersungguh-sungguhlah kalian dalam menyeru yang makruf, bersungguh-sungguh pulalah kalian dalam mencegah yang munkar. Jika tidak, maka Allah akan memberikan kekuasaan kepada orang-orang buruk di antara kalian, dan doa orang-orang baik di antara kalian (tetapi diam terhadap kemunkaran) tidak akan dikabulkan oleh Allah,&#8221; (HR Imam Bazzar).</p>
<p>Hadis di atas menjelaskan kepada kita akan kewajiban setiap Muslim untuk senantiasa melakukan aktivitas dakwah Islamiyah. Kita diperintahkan oleh Rasulullah Saw untuk senantiasa menegakkan kebenaran di manapun kita berada, dan dalam posisi apa pun. Seorang hakim yang baik, pastilah ia akan berusaha melandaskan keputusannya pada prinsip-prinsip keadilan dan kebenaran.</p>
<p>Tidak mungkin ia akan melakukan berbagai upaya penyelewengan hukum. Ia akan bersikap tegas dan jujur, walaupun kasus yang sedang ditanganinya melibatkan kaum elite dan para pemimpin. Seorang politisi yang jujur, pastilah ia akan mengatakan kebenaran yang hakiki tanpa harus melakukan kebohongan publik.</p>
<p>Ia tidak akan memiliki keberanian untuk mempermainkan kepentingan rakyat demi memuaskan keinginan pribadinya. Begitu pula halnya dengan berbagai pekerjaan lainnya, seorang Muslim harus memiliki komitmen yang kuat untuk menegakkan amar makruf dan nahi munkar. Ia tidak boleh berdiam diri manakala melihat berbagai bentuk kezaliman dan kemunkaran.</p>
<p>Bila umat Islam tidak melakukan kegiatan amar makruf nahi munkar, maka Allah akan menimpakan dua akibat. Pertama, Allah akan memberikan kekuasaan kepada orang-orang buruk di antara komponen suatu masyarakat dan bangsa. Seluruh aspek kehidupan akan dikendalikan dan diarahkan oleh orang-orang yang tidak bermoral, baik itu aspek politik, ekonomi, hukum, sosial, budaya, pertahanan keamanan, maupun aspek-aspek kehidupan lainnya. Yang akan terjadi adalah berbagai kehancuran dan kerusakan. Azab akan turun silih berganti.</p>
<p>Kedua, Allah tidak akan mengabulkan doa orang-orang baik di antara mereka, tetapi orang-orang baik tersebut diam dan tidak berbuat sesuatu untuk mencegah terjadinya kemaksiatan. Untuk itulah umat Islam harus senantiasa melakukan proses koreksi dan introspeksi secara terus-menerus. Bukan tidak mungkin, keterpurukan bangsa ini disebabkan oleh kelalaian umat Islam dalam beramar makruf dan nahi munkar.</p>
<p>Sumber : Republika Online</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/bambangyappi.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/bambangyappi.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bambangyappi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bambangyappi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bambangyappi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bambangyappi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bambangyappi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bambangyappi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bambangyappi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bambangyappi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bambangyappi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bambangyappi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bambangyappi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bambangyappi.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bambangyappi.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bambangyappi.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bambangyappi.wordpress.com&amp;blog=4312607&amp;post=28&amp;subd=bambangyappi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bambangyappi.wordpress.com/2008/07/28/agama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/daa8406d2e2829d8d894cc95bd62cd28?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">bambangyappi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
